Hati terdetik mahu menolong. Tapi jauh di sudut hati, aku sebenarnya takut andai niat baikku disalah ertikan lebih lebih lagi jam masa tu pukul sepuluh lebih malam. Aku suarakan pada kak anoy di sebelah. Dan responnya hampir sama dengan aku. Kak anoy minta aku yang mempelawa mereka memandangkan dia segan. So aku nekad dan memberanikan diri parking kereta ke tepi .
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Aku memberikan salam, dan alhamdulillah salam aku dijawab dengan baik.
"Makcik nak ke mana? Mari saya hantarkan. Lagi pun dah malam ni makcik, pakcik".
"Tak pe la nak. Menyusahkan je. Tak pe kami jalan pelan pelan".
"Tak ada menyusahkan pun. Betul. Satu jalan juga ni makcik. Mari lah . . .".
Makcik dan pakcik akur.
:)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sejujurnya aku sudah beberapa kali berselisih jalan dengan makcik dan pakcik ni. Aku mati mati ingat mereka saja ambil angin jalan petang petang. Bukan dekat, jauh kot. Bila borak punya borak dalam kereta, rupa rupanya mereka tak ada transport dan hanya bergantung pada kudrat sendiri dan juga bas awam. Dalam keadaan pakcik yang lumpuh hampir separuh badan dengan usia yang lanjut, pasti menyusahkan lagi keadaan kan.
Bila sampai je depan rumah mereka, aku tersentap melihat keadaan rumah yang aku kira tidak layak diduduki lagi dan serba serbi tidak terurus. Mulut ringan nak bertanya, "makcik tak ada anak?". Tapi hati tak membenarkan. Aku tinggalkan nombor telefon di atas kertas dan berharap makcik dan pakcik menelefon sekiranya berlaku apa apa. Semoga semuanya baik baik saja. Amin.
Dan semua itu membuat aku berfikir betapa aku patut bersyukur dilahirkan di dalam keluarga yang serba serbi cukup semuanya. Alhamdulillah. Tapi sejauh manakah kita bersyukur? Adakah cukup dengan kata kata? Tepuk dada tanya hati dan selamat beramal. See yeah!
Dan semua itu membuat aku berfikir betapa aku patut bersyukur dilahirkan di dalam keluarga yang serba serbi cukup semuanya. Alhamdulillah. Tapi sejauh manakah kita bersyukur? Adakah cukup dengan kata kata? Tepuk dada tanya hati dan selamat beramal. See yeah!

6 comments:
:') so nice of u. kesian makcik pakcik tu. im hoping ramai lagi anak muda tampil macam u, inshaAllah.
awak buat perkara yg mulia! May Allah bless you :)
Dhiya Fariza : huhu. n kalau u kt tempat i sekalipun u buat macam mana i buat kan? :)
zahirahharyati : insyallah. thanks for drop by here :)
Salam sis..
h0e r u?
lama betul tak menyinggah ke sana kan..huhu
Nyway sy nak minta jasa baik & sokongan sis sikit boleh? Lawati link di bawah & vote di bahagian poll & comment (cari responses ke-36) untuk laman qamarguyz.blogspot.com - Aksara Cinta Ilahi.. ‘Tinta hamba..menuju Yang Esa’.. thanz yer =)
http://komuniti.2dayblogger.com/undian-tagline-blog-terbaik-2011/
kalau aku kat tmpt ko..konform da nangis2..xleh tgk keadaan cm tu..sedihnye..
Post a Comment